Follow Us:
06:28 WIB - ANGGOTA KORAMIL 0906-01/TENGGARONG MELAKSANAKAN PEMELIHARAAN BANGUNAN MAKORAMIL | 06:25 WIB - Meninjau Ketersediaan Kebutuhan Pokok Di Taluk Kuantan Oleh Pemkab dan Polres | 23:13 WIB - Kantor Imigrasi Terima Barang Bukti Dari Kejasaan Negeri Bengkalis | 16:17 WIB - Bupati Kuantan Singingi Mursini Melakukan VIDEO CONFERENCE Tanggap Virus Covid-19 | 12:52 WIB - Himbau Jubir Indra YopiWajib Pakai Masker Keluar Rumah, Jika Tidak Disuruh Pulang | 11:05 WIB - Bagikan 1000 Masker Gratis Peduli Kesehatan Warga Dampak Covid-19 Oleh Partai Golkar Rohul
/ Nasional / Pemuda Katolik Sumsel Bentuk Crisis Center Untuk Sikapi Covid 19 /
Pemuda Katolik Sumsel Bentuk Crisis Center Untuk Sikapi Covid 19
Senin, 23 Maret 2020 - 13:57:40 WIB
PALEMBANG – Pemuda Katolik Sumsel dan Palembang mengajak semua stake holder, pemangku kebijakan, komunitas  lintas agama dan masyarakat lebih peduli menyikapi pencegahan covid-19. Hal ini disampaikan Ketua Pemuda Katolik Sumsel, Endro Martinus saat membuka diskusi ringan di New Town Kopitiam Sudirman. Sabtu malam (21/3/20).

Diskusi terbatas ini juga dihadiri perwakilan Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI) Cabang Palembang dan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Palembang. “Ini merupakan keprihatian bersama, kami mendukung upaya pemerintah dalam menangani dan mencegah virus corona,” ujar Endro.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk bersama mengikuti instruksi pemerintah melakukan social distancing dan karantina mandiri selama 14 hari. Seperti beberapa kegiatan ibadah di gereja dikurangi untuk menghindari kerumunan massa. “Kita tidak mungkin memutus rantai penyebaran corona kalau tidak ada pencegahan kerumunan massa,” ungkapnya.

Selain itu, di delapan gereja kota Palembang telah mulai melakukan penyemprotan disenfektan secara mandiri. Dirutinkan setiap sebelum dan sesudah kegiatan misa. Serta menyiapkan hand sanitizer di setiap pintu masuk gereja. “Kami juga disetiap gereja adakan misa online, ada linknya masing-masing, jadi bisa tetap ada kegiatan ibadah dari rumah,” kata Endro.

Pihaknya juga berharap masyarakat tidak panic buying ataupun memanfaatkan keadaan. Seperti tidak melakukan penimbunan masker, hand sanitizer dan alat pelindung diri (APD) kesehatan lainnya. “Kami menghimbau kepedulian pemerintah untuk bisa melakukan sidak pengendalian harga berbagai APD kesehatan tersebut,” katanya. Sehingga tidak menimbulkan kelangkaan dan ketidakwajaran harga.

Apalagi yang paling membutuhkan adalah petugas medis. Karena yang berhadapan langsung dengan orang sakit. “Ayo dong bantu petugas medis, karena orang yang sakit juga butuh, ayo kita suport bareng-bareng dan pemerintah tolong jaga harga pasar,” jelasnya. Harapannya, bukan di kota saja tapi pemerintah provinsi juga bisa melakukan pencegahan hingga ke daerah.

Selain itu, pemuda Katolik Sumsel juga membentuk crisis center. Sebagai pusat informasi dan kepedulian tanggap pencegahan Corona. Serta mengawal penanganan pelayanan kesehatan terhadap Covid 19. “Kami membuka donasi sosial untuk melakukan pembelian masker, handsanitizer dan APD lain untuk membantu didistribusikan ke rumah sakit yang lebih membutuhkan perlengkapan tersebut,” tegasnya.

Ketua Pemuda Katolik Palembang, Rini menambahkan jangan sampai perhatian corona disepelekan atau tenggelam. “Harus ada transparansi informasi, kita tidak tahu siapa yang membawa virus, harapannya nanti ada alat yang bisa digunakan untuk mengetes langsung,” ungkapnya. Sebisa mungkin di Sumsel jangan ada korban, karena efeknya bisa menjalar ke ekonomi, sosial, kesejahteraan dan lainnya.

Ketua GP Ansor Palembang, Momon Wahyudi mengatakan kaum muda harus bersikap. “Jangan anggap remeh, Kami dari gerakan Ansor juga membuat kebijakan untuk menghentikan kegiatan sementara,” ujarnya. Pihaknya mendukung namun perlu ada sinergi dengan pemerintah.

Ia juga mengingatkan, jangan sampai kasus corona melupakan permasalahan lain yang timbul. Seperti gejolak harga dan tidak adanya penanganan kekhawatiran terhadap naiknya nilai tukar rupiah yang kian anjlok.

Perwakilan PMKRI cabang Palembang, Tasya menyampaikan terkait pencegahan corona, agar anak muda bisa saling mengedukasi orang terdekat khususnya keluarga. “Karena anak muda yang paling banyak menyerap informasi di internet atau sosmed,” terangnya.

Harapannya, bisa lebih menerapkan metode pembayaran online. Meminimalisir penyebaran kontaminasi virus dari uang. Serta pemerintah bisa memberikan peraturan tegas terhadap penjual APD kesehatan dan sembako khususnya. Agar menerapkan peringatan dan membatasi pembelian secara besar besaran. Mencegah kelangkaan dan naiknya harga.(Novi Zg)

Sumber SUMEKS.CO


Berita Lainnya :
  • ANGGOTA KORAMIL 0906-01/TENGGARONG MELAKSANAKAN PEMELIHARAAN BANGUNAN MAKORAMIL
  • Meninjau Ketersediaan Kebutuhan Pokok Di Taluk Kuantan Oleh Pemkab dan Polres
  • Kantor Imigrasi Terima Barang Bukti Dari Kejasaan Negeri Bengkalis
  • Bupati Kuantan Singingi Mursini Melakukan VIDEO CONFERENCE Tanggap Virus Covid-19
  • Himbau Jubir Indra YopiWajib Pakai Masker Keluar Rumah, Jika Tidak Disuruh Pulang
  • Bagikan 1000 Masker Gratis Peduli Kesehatan Warga Dampak Covid-19 Oleh Partai Golkar Rohul
  • Merasa Terpanggil, Persit KCK Kodim 0913 PPU bagikan Sembako dan Masker ke Masyarakat
  • Sajikan berita ter Update dan Aktual Awak Media Turun Langsung ke Lapangan.
  • Satpol PP Bubarkan Pasar Kaget
  •  
    Komentar Anda :
       
    FOTO
    Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI (LPPN-RI)
    Lima Wanita Berpakaian Seksi Demo di KPK
     
    Buruh Dukung KPK
     
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017