Follow Us:
20:22 WIB - Kapolsek Batu Hampar IPTU Romi Yendri Cek Tanaman Jagung Kwartal I, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional | 20:18 WIB - Sat Reskrim Polres Rohul Perkuat Pemahaman KUHAP bagi PPNS Lewat Sosialisasi dan Koordinasi | 20:02 WIB - Sidang Korupsi Abdul Wahid Memanas, Ruang Pengadilan Berubah Jadi Arena Bongkar Konflik Politik | 15:41 WIB - Bentuk Komitmen Mendukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Batu Hampar Cek Tanaman Jagung Kwartal I di PT Sindora Seraya | 12:31 WIB - PMI Sumbar Salurkan 1.500 Paket School KIT dari Hongkong Red Cross untuk Pelajar Terdampak Bencana | 12:29 WIB - Kejar Target, Personel Satgas TNI AD Percepat Pekerjaan Jembatan di Sipora Utara
/ Ekonomi / Harga Sejumlah Bahan Pokok Naik Menjelang dan Tahun Baru /
Harga Sejumlah Bahan Pokok Naik Menjelang dan Tahun Baru
Sabtu, 03 Desember 2022 - 11:31:55 WIB
Ilustrasi telur ayam dan beras naik menjelang perayaan natal dan tahun baru (foto/int)
TERKAIT:
   
 
PEKANBARU - Harga sejumlah bahan pokok di Provinsi Riau alami kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Kenaikan yang cukup signifikan seperti pada beras dan telur ayam.

Ana, seorang warga Pekanbaru menyebut harga telur sudah naik sejak sepekan terakhir. Sebelumnya harga telur satu papan isi 30 butir pada kisaran Rp46 ribu, namun pekan ini terus mengalami kenaikan hingga Rp54 ribu.

"Beras harganya terus naik, katanya karena gagal panen. Mudah-mudahan pemerintah bisa membantu untuk menstabilkan harga beras ini segera," sebut Ana.

Kemudian, harga beras premium juga naik. Beras premium per karung 10 Kg saat ini berada dikisaran Rp150 ribu. Menurutnya, kondisi tersebut cukup memberatkan masyarakat terutama yang ekonomi lemah.

"Telur memang mengalami kenaikan akibat permintaan yang tinggi menjelang perayaan Nataru," sebut Ningsih.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Riau Taufiq OH melalui Kasi Pengembangan dan Perdagangan Suryatiningsih menyebut, untuk telur memang saat ini mengalami kenaikan.

Sementara itu, untuk kenaikan harga beras, sudah terjadi cukup lama. Terjadinya akibat gagal produksi pada sentra beras, terutama di daerah Sumatera Barat (Sumbar).

"Beras yang naik terutama dari Sumatera Barat, ini karena terjadi gagal panen. Namun kalau untuk beras pulen, harganya masih stabil," sebutnya.


Berita Lainnya :
  • Kapolsek Batu Hampar IPTU Romi Yendri Cek Tanaman Jagung Kwartal I, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
  • Sat Reskrim Polres Rohul Perkuat Pemahaman KUHAP bagi PPNS Lewat Sosialisasi dan Koordinasi
  • Sidang Korupsi Abdul Wahid Memanas, Ruang Pengadilan Berubah Jadi Arena Bongkar Konflik Politik
  • Bentuk Komitmen Mendukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Batu Hampar Cek Tanaman Jagung Kwartal I di PT Sindora Seraya
  • PMI Sumbar Salurkan 1.500 Paket School KIT dari Hongkong Red Cross untuk Pelajar Terdampak Bencana
  • Kejar Target, Personel Satgas TNI AD Percepat Pekerjaan Jembatan di Sipora Utara
  • Satgas TNI AD dan Warga Kebut Pembangunan Rumah Layak Huni di Tuapejat
  • Jelang Pelantikan DPD Riau, GRIB Jaya Kota Pekanbaru Intensif Bangun Komunikasi dengan Stakeholder Daerah
  • Bupati Kepulauan Mentawai Kembali Lantik Sejumlah ASN di Lingkungan Pemerintahan Kepulauan Mentawai
  •  
    Komentar Anda :
       
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017