/ Daerah / Tim SAR Gabungan Bergerak Kelokasi Kejadian, 1 Orang Nelayan Hilang di Perairan Bulau Buggei Siberut Selatan Mentawai /
Tim SAR Gabungan Bergerak Kelokasi Kejadian, 1 Orang Nelayan Hilang di Perairan Bulau Buggei Siberut Selatan Mentawai
Minggu, 21 Juni 2026 - 19:52:38 WIB
TERKAIT:
SUARASINDO.COM, MENTAWAI – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai bergerak cepat menggelar operasi kedaruratan *Man Over Board* (MOB) menyusul laporan hilangnya seorang nelayan di perairan Pulau Bugei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Operasi pencarian intensif langsung diluncurkan oleh tim penyelamat dari Unit Siaga SAR (USS) Siberut demi menyelamatkan korban secepatnya.
Berdasarkan laporan kronologi, musibah bermula pada Kamis, 18 Juni 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Korban bertolak menggunakan sampan dari Dusun Sua, Desa Saibi, dengan maksud menjual hasil tangkapan ikan menuju Dermaga Muara Siberut. Namun, hingga Minggu siang, korban tak kunjung kembali ke rumah. Pihak masyarakat setempat yang melakukan upaya pencarian awal hanya berhasil menemukan sampan dan kotak ikan milik korban terombang-ambing di sekitar perairan Pulau Bugei, sementara keberadaan korban nihil.
Data Korban Kecelakaan Kapal Arbian (50) Laki-laki) Dalam Pencarian (DP)
Informasi kedaruratan ini diterima resmi oleh pihak USS Siberut pada pukul 11.30 WIB dari seorang warga bernama Lemarius. Merespons panggilan darurat tersebut, tim *rescue* USS Siberut langsung menginstruksikan pergerakan personel pada pukul 11.50 WIB. Tim yang berkekuatan lima personel laut bergerak cepat menuju estimasi titik *Last Known Position* (LKP) pada koordinat 1°29'47"S - 99°11'16"E, yang berjarak sekitar 28 NM dengan radial 151° dari Pelabuhan Muara Siberut.
Dalam mengoptimalkan penyisiran di area target, tim penyelamat dibekali dengan alut moderen dan peralatan keselamatan yang memadai, termasuk Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Mentawai, sepeda motor KLX, alat komunikasi, peralatan evakuasi dan medis, telepon satelit, serta perangkat internet Starlink guna memastikan kelancaran koordinasi data di lapangan. Operasi kemanusiaan ini dilaksanakan secara sinergis bersama unsur potensi SAR dan bantuan penuh dari masyarakat sekitar.
Setelah menerima laporan dari masyarakat terkait hilangnya satu orang nelayan atas nama Bapak Arbian di perairan Pulau Bugei, kami langsung menginstruksikan tim Rescue dari Unit Siaga SAR Siberut untuk bergerak cepat.
"Saat ini, tim rescue yang diperkuat lima personel telah dikerahkan menggunakan armada RIB 03 menuju titik koordinat LKP guna melaksanakan penyisiran intensif. Dalam operasi ini, kami mengoptimalkan seluruh dukungan alut modern dan peralatan keselamatan, termasuk sistem komunikasi satelit dan Starlink, guna memastikan koordinasi taktis di lapangan berjalan tanpa kendala demi menyelamatkan korban secepatnya." Ujar Benteng Hilton Telaumbanua, S.E., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai. (Dedi)