SUARASINDO.COM, MENTAWAI - Forum PRB Kabupaten kepulauan Mentawai Melalui dukungan program GREAT JEMARI Sakato terus mengembangkan sayap dalam hal meningkatkan penguatan kapasitas Kelompok Siaga Bencana (KSB) dalam menghadapi segala situasi darurat di Desa Matobe Kecamatan Sipora Selatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat.
Kegiatan ini berlangsung dari Selasa - Jumat 11 - 14 Agustus 2026 dengan melibatkan narasumber, yaitu Camat Sipora Selatan Amir, Taufiqa Hardi dari BPBD Kepulauan Mentawai dan dari pihak FPRB Sandang Simanjuntak.
Diketahui, JEMARI Sakato melalui dukungan ASB (Arbeiter-Samariter-Bund) South-South East Asia dengan pendanaan dari BMZ Jerman telah beberapa tahun belakangan ini berkiprah melaksanakan program Pengembangan Sosial-Ekonomi, Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Adaptasi Perubahan Iklim, dan Inklusi Sosial di empat desa dampingan di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Salah satunya yaitu Desa Sipora Jaya, Sido
Makmur, Matobe, dan Sioban. Sebagai wilayah yang rawan terjadinya bencana berupa gempa bumi, tsunami, banjir, abrasi pantai, cuaca ekstrem, serta bencana lainnya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Ditambah dengan kondisi geografis kepulauan, keterbatasan akses transportasi, dan jarak antarwilayah menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanganan bencana di tingkat
masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengurangan risiko bencana yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam kesiapsiagaan dan penanganan awal bencana.
DRR CCA Officer Jemari Sakato Lugi Mardion Putra menyebutkan, kegiatan ini sebagai upaya membangun ketangguhan masyarakat, telah dibentuk Disaster Preparedness Team (DPT)/Kelompok Siaga Bencana (KSB) di desa-desa dampingan. DPT atau KSB memiliki peran strategis dalam mitigasi, kesiapsiagaan, penyebaran informasi, koordinasi, evakuasi, serta penanganan
Dalam kegiatan JEMARI Sakato menekankan Pelatihan Manajemen bencana di Desa Matobe dan Sidomakmur yang bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dasar kebencanaan, Pengurangan Risiko Bencana (PRB),
peran dan fungsi DPT, kepemimpinan, koordinasi,
komunikasi, serta penerapan prinsip-prinsip inklusi dalam manajemen bencana.
Selain peningkatan kapasitas melalui pelatihan simulasi peserta juga mengikuti Uji Meja (Table Top Exercise/TTX) aktivasi peringatan dini, komando dan koordinasi DPT sebagai sarana praktik untuk menguji kesiapsiagaan, koordinasi, sistem peringatan dini, mekanisme evakuasi, serta penanganan kelompok rentan dalam situasi darurat.
Dikegiatan Simulasi, KSB mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh
selama pelatihan ke dalam kondisi yang menyerupai situasi bencana sebenarnya, harap Lugi.
Melalui rangkaian kegiatan ini juga diharapkan terbentuk Disaster Preparedness Team (DPT) atau Kelompok Siaga Bencana (KSB) yang memiliki kapasitas teknis, mampu bekerja secara terkoordinasi, menerapkan prinsip inklusif, serta siap memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan, menghadapi berbagai ancaman bencana di Kepulauan Mentawai.
Sementara itu, Kepala Desa Matobe Kecamatan Sipora Selatan Wisman sangat menyambut baik adanya kegiatan positif untuk peningkatan kapasitas Kelompok Siaga di Desa Matobe.
"Saya selalu Kepala Desa turut mengucapkan terimakasih atas dilaksanakannya kegiatan Peningkatan kapasitas tanggap bencana bagi KSB. Beberapa materi yang sudah disampaikan dan simulasi dapat meningkatkan ketangguan serta respon cepat yang kemungkinan situasi bencana yang kemungkinan terjadi di wilayah desa, ujar Wisman.(Dedi)